“Wearing enchanted ball gown like living be a Princess the fairy tale”. Whoaaa, itu Putri banget. Putri dari dulu suka sekali melihat gambar maupun membaca kisah dari negeri dongeng. Mulai dari membaca alurnya, membayangkan tokohnya, mengimajinasikan suasananya, pakaian-pakaiannya yang dipakainya. Apapun! Ya wajar bukan sebagai seorang wanita sangat menyukai keindahan apalagi yang berhubungan dengan fashion.
Kali ini Putri akan berbagi gambar-gambar gaun pesta yang Putri unduh dari berbagai situs. Oh ya, jangan heran jika gaun yang putri share kebanyakan yang berwarna putih dan biru karena itu warna kesukaan Putri. Putri tak pernah merasa bosan rasanya melihat gaun-gaun indah. Ini baru lewat gambar, entah bagaimana senangnya jika bisa melihat, menyentuh atau mungkin bahkan suatu hari nanti Putri bisa memakai dan memiliki gaun-gaun indah sebagai koleksi pribadi. Hahaha, yah itulah khayalan si Putri. Tak hanya Putri Sulung kurasa, tapi semua orang yang menyukai keindahan juga pasti akan memiliki khayalan seperti itu.
Ok, this is it................favourite collections from Putri.............tarrraaaaaa............hope you’ll enjoy!!!!
Minggu, 08 Juni 2014 |
0
komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Tuhan, masihkah ujian ini dalam batas yang bisa hamba lewati?
Tuhan, masihkah pantas hamba memohon sedikit dari kekuatanMu yang tak hingga untuk bekal hamba mengerjakan ujian-ujian hamba?
Tuhan, hampir habis dayaku karena berlari menuju tempat ujian dengan kaki telanjang di atas jalan dengan kerikil-kerikil tajam masalah yang berserakan....
Sungguh, sebenarnya hamba pun tahu diri, betapa memalukan keluh kesah ini kepadaMu lebih panjang ketika saat resah melanda....
Tapi, jika bukan kepadaMu, kepada siapa lagi? hanya padaMu, satu-satunya tempat, satu-satunya Dzat yang tak pernah ada kata lelah, selalu ada dan bisa....
Sungguh, betapa memalukan, diri hamba masih saja tak selalu bisa ada menghadapMu saat Kau seru....
Tuhan, sekiranya ini bagian tersulit dari ujian kehidupan hamba saat ini, yang harus hamba lalui karena ingkarku akan kebesaranMu selama ini, hamba rela untuk menebus kesalahan-kesalahan hamba. Hamba akan terus berusaha dan berdoa setia pada cintaMu tak sebatas kata demi kata....
Tuhan, jika hamba lulus di ujian kali ini, hamba mohon,
PILIHkan jalan yang benar juga baik dan PALINGkan yang salah juga buruk bagi kehidupan hamba.
Tuhan, restu orang tua hamba adalah restuMu. Semoga kekuatan yang Kau titipkan pada hamba cukup untuk membahagiakan beliau dunia akhirat. aamiin aamiin aamiin ya robbal 'aalamin.
Semarang, 04 Juni 2014
Woman Rider, Sang Penikmat Kecepatan
), maka
jadilah “tunggangan kuda besi” sajalah. Dengan kecepatan tinggi-lah, putri bisa
menikmati perjalanan. Pun juga masih bisa menikmati perjalanan karena bisa
mengontrol tunggangan dengan kecepatan sedang. Tapi bagi penikmat perjalanan
yang rata-rata berjalan pelan, hanya tahu menikmati perjalanan tanpa berani
melaju seperti angin dan bisa menemukan sensasi menunggang kuda besi dengan
kecepatan tinggi.
Putri
mahir menunggang kuda besi sejak lulus SD kalau tidak salah. Orang yang berjasa
mengajari putri waktu itu bukan ayah ataupun ibu melainkan bulik (tante) paling ragil
(bungsu) dari pihak ibu. Kala itu, ketika latihan dan sudah berani mencoba
pergi sendiri agak jauh dari rumah, pernah juga punya pengalaman menabrak buk (tempat duduk dari semen yang ada di
samping kanan kiri gang masuk desa). Waaah, malu bukan main. Untung tidak
begitu ramai saat itu. Tapi perihnya bukan main karena lecet-lecet. Pernah juga
ada pengalaman mendapat tato alias luka yang melepuh dari “ekor” (knalpot) si
kuda besi ini.
Dan
tragedi yang paling parah adalah ketika masih duduk di bangku SMA. Ketika SMA
putri tinggal bersama bulik kedua
(atau kalau diberi judul sebuah kisah, sebutlah “Tiga tahun bersama Tante
Garang”). Di kelas 2 SMA (kelas XI), putri akhirnya mendapatkan “surat sakti”
(Surat Ijin Mengemudi atau SIM). Om-lah yang berjasa memberikan kemudahan itu
karena beliau sempat bekerja di bagian dinas kependudukan.
Nah, ceritanya, sebelum mempunyai SIM, putri
sudah dipercaya boleh membawa “kabur” kuda besi milik bulik. Sore itu, niat
awal ingin kerumah teman. Melewati gang-gang perumahan, menyusuri jalan kampung
dekat rel dan menyeberang jalan raya. Di bagian menyeberang jalan raya inilah
tragedi itu terjadi. Putri masih ingat, memang ketika putri menyeberang tidak
di persimpangan yang seharusnya. Di depan putri juga ada bapak-apak yang akan
menyeberang, beliau sudah duluan, dan kelihatannya sudah aman-aman saja. Saat
putri akan menyusul beliau (supaya ada temannya ketika menyeberang), tiba-tiba
dari arah kanan meluncurlah motor matic
dengan kecepatan sedang. Lalu, braaaakkkk,
terjadilah kecelakaan kecil itu. Berita baiknya yang melegakan adalah putri
hanya lecet-lecet sedikit dengan agak trauma dengan kejadian yang begitu
spontan itu. Tapi kabar buruknya, si pengendara matic tadi tidak terima, bahkan hampir melaporkan putri ke polisi
karena yang lecet-lecet selain dirinya juga motornya. Bersyukur lagi, om juga
adik perempuan om datang lalu bisa mendinginkan suasana dan melerai kami di
TKP, dan endingnya putri yang kena
damprat “Tante Garang” karena membawa motor sembarangan, tidak memakai helm,
tidak menyeberang di jalur yang benar, belum punya SIM, dan sederet dampratan
lainnya. Hahahaha, itulah pengalaman
putri dengan si kuda besi pada waktu masih amatiran menunggangnya dan saat
belum mendapat surat sakti.
Kembali
ke topik awal yang berhubungan dengan quote
tadi, putri paling suka sekali mengendarai motor dengan memacu kecepatan
tinggi. Tentunya dengan memperhatikan rambu-rambu yang ada meskipun tak jarang
pula ada melakukan pelanggaran kecil seperti berjalan dengan kecepatan
normal, menyeberang tidak pada jalur yang ditentukan, mengebut ketika lampu
lalulintas sudah berwarna oranye, mendahului dari samping kiri. Hahahaha. Ternyata lumayan banyak juga
pelanggaran yang putri lakukan.

Kisah putri di bulan Mei kali ini tak seindah yang dibayangkan. Seharusnya bulan kelima ini menjadi bulan yang begitu bersahabat dan bersinar untuk putri. Tapi mungkin putri masih banyak kekurangan yang menyebabkan bulan ini seakan datar seperti bulan-bulan sebelumnya. Putri masih kurang berusaha, masih kurang semangat, masih banyak mengeluh, kurang berbagi dan juga kurang bersyukur.
Astaghfirullahal'adzim. Putri masih banyak kekurangan. Tapi putri juga tak akan membiarkan kesedihan yang gelap lebih lama mewarnai harinya ketimbang kebahagiaan yang lebih cerah dan indah untuk dinikmati. Putri bersyukur sampai detik ini Tuhan masih memberikan putri nikmat hidup. Hidup dengan Islam. Hidup dengan sehat. Hidup dengan iman, akal, juga cinta.
Putri harus bangkit. Janji putri untuk bulan ini tanggung jawab pribadi harus selesai. First plan harus untuk semester ini lalu next plan harus tahun ini. Harus.
Putri akan terus melukis cita dan asa dalam hamparan hidup dengan tinta yang tak hanya hitam putih tapi dengan aneka warna layaknya pelangi.
できるを思ったら、きっとできる筈です。Dekiru o omottara, kitto dekiru hazu desu.
Putri harus bangkit. Janji putri untuk bulan ini tanggung jawab pribadi harus selesai. First plan harus untuk semester ini lalu next plan harus tahun ini. Harus.
Putri akan terus melukis cita dan asa dalam hamparan hidup dengan tinta yang tak hanya hitam putih tapi dengan aneka warna layaknya pelangi.
できるを思ったら、きっとできる筈です。Dekiru o omottara, kitto dekiru hazu desu.
keep moving, honey.




















.jpg)











